đź’§ Ilustrasi Tentang Segala Sesuatu Ada Waktunya
Sebaliknyaagar membayar upah buruh tepat pada waktunya, karena sebagai orang miskin ia mengharapkan dan membutuhkan uang itu. Ilustrasi mengenai berkat berbuat baik. Ada sebuah cerita tentang seorang yang menjadi pegawai di sebuah toko di Pattsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat. karunia penglihatan dan bermimpi tentang segala sesuatu
FSxexuO. “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya” Pkh. 31. Kalimat ini menegaskan salah satu atribut dari ciptaan, yaitu terikat pada waktu. Manusia dan apa pun yang diciptakan Allah tak pernah bisa lepas dari keterikatannya pada waktu. Pengkhotbah memakai kata lain untuk ciptaan, yaitu “apa pun di bawah langit.” Pengakuan pada keterikatan pada waktu ini menuntun kita pada beberapa kesadaran. Pertama, tidak ada yang absolut dan abadi. Pengkhotbah mengkritik orang-orang yang bekerja dengan berjerih lelah begitu rupa seolah-olah yang mereka perjuangkan adalah absolut dan abadi ay. 9-10. Kedua, manusia harus bergantung pada cinta dan rahmat ilahi, sebab “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya” ay. 11a. Bahkan, pemberian Allah itu yang membuat manusia hidup bermakna dalam keseharian mereka, “setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah” ay. 13. Ketiga, manusia memiliki pemahaman mengenai makna hidup secara sangat terbatas. Ia berkata, “manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir” ay. 11c. Dengan tiga kesadaran ini, mari kita memasuki tahun yang baru dengan kerendahhatian, kegembiraan, namun juga pengharapan. Mari hidup dalam pengakuan bahwa apa pun di bawah langit sungguh fana dan terbatas. Karena itu, mari mengarahkan hati dan hidup pada Allah, yang berada “di atas langit” namun yang hadir secara nyata di dalam Kristus melalui kuasa Roh Kudus … di samping kita. Amin. ja
Teks dari Kitab Pengkhotbah 31-15 merupakan satu kesatuan perikop yang dibuat oleh ahli Kitab Suci. Di dalamnya termuat nasehat atau kebijaksanaan yang intinya mau mengatakan bahwa "segala sesuatu ada waktunya". Teks ini menggambarkan perkara-perkara yang konkret dan praktis. Di dalamnya mau menekankan bahwa Allah telah mengatur segala sesuatu. Allah menetapkan waktu yang tepat untuk setiap peristiwa. Hal ini mengandaikan manusia mau berserah kepada Allah dan percaya sepenuhnya kepada Allah. Peristiwa yang baik maupun yang buruk merupakan dua hal yang mutlak ada. Hal ini sungguh dimengerti oleh Pengkhotbah. Peristiwa baik dan buruk harus diterima dan dijalani.
Oleh Jekson Pardomuan Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai Pengkhotbah 3 11 Ada banyak hal yang membuat kita terkadang menjauh dari Tuhan. Saat sudah berdoa dengan sungguh-sungguh dan memohon kepada Tuhan agar diberkati dan diberikan jalan keluar untuk sebuah persoalan. Tapi tetap saja setelah berdoa beberapa kali terkadang kita belum juga mendapatkan apa-apa atau jawaban dari Tuhan. Kejadian seperti ini banyak dialami oleh anak Tuhan dalam menjalani kehidupan pribadi dan kehidupan keluarganya. Kita seringkali tidak sadar dengan apa yang kita lakukan. Kita terlalu repot dan suka protes kepada Tuhan sementara apa yang kita lakukan belum ada apa-apanya dihadapan Tuhan. Padahal, kita semua tahu bahwa setiap hal ada waktunya, baik pengalaman yang menyenangkan maupun yang tidak. Itulah yang dituliskan dalam Pengkhotbah pasal 3. Ini bukan hanya gambaran yang ada dalam hidup, inilah gambaran yang diberikan Tuhan. Sebagian besar dari kita mengetahui bahwa “Tuhan mengasihi Anda dan memiliki rencana yang indah untuk hidup Anda.” Banyak orang berpikir kalau kitab Pengkhotbah merupakan kitab yang murung dan pesimis karena dengan keterbatasan penulis – yaitu hanya hal yang ada “dibawah matahari” saja atau yang terlihat saja dalam hidup – penemuannya murung dan pesimis. Tapi itu bukan pesan dari kitab ini. Tuhan ingin kita memiliki sukacita dan adalah rencana-Nya untuk memberikan semua itu. Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam; ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun; Pengkhotbah 31-3. Kalau setiap orang mengetahui bahwa suatu saat hidupnya akan mengalami banyak permasalahan, maka ia akan berkata lebih baik tidak lahir ke dunia ini. Tidak ada seorangpun yang minta dilahirkan; itu sesuatu yang berada diluar kekuatan kita. Tidak ada yang minta mati; itu dilakukan pada kita oleh Tuhan. Inilah cara kita seharusnya memandang hal ini sebagai daftar yang Tuhan ingin kita lakukan. “Ada waktu untuk menanam dan menuai.” Setiap hal harus dilakukan pada waktunya. Jika anda tidak melakukannya pada waktu yang tepat anda akan mengalami masalah. Cobalah menanam dimusim panas saat tanah gersang dan tidak ada sumber air sama sekali, maka tanaman tidak akan tumbuh. Setengah dari kesulitan yang dialami dalam dunia ini adalah kita terus menerus berusaha mengatur waktu menurut kemauan kita. Tapi Tuhan sudah merencanakan waktunya. Padahal, jauh didalam lubuk hati kita sudah mengetahui bahwa setiap hal sudah ada waktunya. “Ada waktu untuk membunuh dan menyembuhkan” Itu mungkin terdengar aneh untuk kita, tapi proses kematian berjalan bersamaan dengan proses kehidupan. Dokter mengatakan kepada kita bahwa setiap 7 tahun semua sel dalam tubuh kita akan mati. Tapi tubuh kita tidak mati. Keadaan anda sekarang sama seperti 7 tahun yang lalu. Bagaimana kita bisa mengerti kenyataan pergantian sel dari memori lalu dan sekarang namun meÂmori lama masih ada dan tetap sama? Ada waktu untuk membunuh dan menyembuhkan” Tuhan yang mengaÂturnya. Semua hal yang terjadi di dalam kehidupan kita jika direnungkan dengan baik-baik akan tepat. Tidak ada orang yang bisa lari dari kesakitan dan penderitaan hidup, itulah yang dikatakan disini. Tuhan menentukan hal itu untuk kita. Buktinya ketika Anak-Nya datang. Dia tidak diberikan kehidupan yang indah dan menyenangkan, bebas dari pergumulan dan kesakitan. Tidak, dia adalah, "seorang manusia yang menderita dan banyak pergumulan,". Ada waktu berdiam dan ada waktu untuk bicara," Ada waktu dimana kita mengetahui sesuatu, gosip, dan kita seharusnya tidak mengatakannya. Ada waktu kita harus bicara, ketika suatu hal yang kita simpan akan menyeÂbabkan seseorang celaka atau menunjukan kebenaran; waktunya untuk bicara. Sesungguhnya engkau akan menÂjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak perÂcaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Lukas 1 20. Dimana pun kita berada, ada banyak hal yang harus kita perhatikan. Ibrani 4 16 menuliskan “Sebab itu mariÂlah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Tuhan sudah punya rencana yang indah terhadap kehidupan kita. Serahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Masalahnya apakah itu juga rencana kita bagi masa depan kita. Jika kita diberikan hak itu maka tidak ada kesenangan sama sekali dalam hidup kita. Tapi itu akan menghancurkan kita. Tuhan tahu kalau kita semua memiliki rencana-rencana indah terhadap masa depan anak-anak kita atau rencana terhadap masa depan kita. Lantas, kalau pada waktu yang kita rencanakan, keinginan kita tidak terwujud apakah kita langsung berkata bahwa Tuhan tidak benar menjawan doa kita. Kita tidak bisa mengetahui semua jawaban dan misteri hidup. Itulah mengapa Alkitab selalu berkata bahwa kita harus mempercayakan Firman Tuhan dalam kehidupan yang tidak kita mengerti. Yesus mengatakannya berkali-kali bahwa hiduplah beriman seperti anak kecil. Seorang anak kecil dalam tangan bapanya tidak menyadari banyak hal yang sudah diketahui ayahnya. Tapi, berdiam dalam tangan ayahnya, dia tetap tenang melihat misteri terungkap sewaktu dia bertumbuh, percaya pada hikmat ayahnya. Itulah hidup beriman dan itulah yang kita lakukan dalam pengalaman kita. Berserah kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan meyakinkan diri bahwa Tuhan akan menjawab segala keinginan kita tepat pada waktunya. Tuhan hanya meminta kita hidup benar dan menjalankan perintah-Nya. Bersyukur senantiasa dan selalu berpengharapan kepada Tuhan lewat doa dan perbuatan baik. Amin.
ilustrasi tentang segala sesuatu ada waktunya